Tahun baru biasa disambut terompet dan kembang api. Di Indonesia, awal tahun 2013 disambut juga dengan banjir bandang yang terjadi di berbagai daerah, dari Sumbawa Barat, Aceh Besar, sampai Bojonegoro.

Dikutip dari situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, di Kabupaten Sumbawa Barat, banjir terjadi Rabu(2/1/2012) pukul 14.30. Ada empat kecamatan terkena dampak langsung banjir bandang, yaitu Kecamatan Pototano, Sateluk, Brangrea, dan Taliwang.

“Sekitar 370 rumah terendam banjir, dua rusak berat, dua sapi hanyut, tiga jembatan putus, dan 120 hektar lahan pertanian terendam,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Kamis(3/12/13).

Masih dari kerusakan banjir Sumbawa ini, ada dua jembatan terputus. Satu jembatan yang menghubungkan Desa Bangket Lamuntet dan Pototano, Kecamatan Pototano, dan  jembatan Desa Kertasari dengan Desa Tuananga di Taliwang.

Di Kabupaten Aceh Besar, banjir terjadi di Desa Beurenud, Kecamatan Seulimum, pada Rabu (2/1/13) pukul 20.00. Sekitar 600 jiwa mengungsi, rumah terdampak 95 unit dengan ketinggian air tiga sampai empat meter.

Di Jawa Timur (Jatim), beberapa kabupaten dilanda banjir. Di  Bojonegoro, pada Selasa(1/1/13) malam hujan deras mengguyur menyebabkan empat kecamatan yaitu Balen, Sugihwaras, Trucuk, dan Bojonegoro, tergenang.

Rabu (2/2/13) pagi hari, tujuh desa di Kecamatan Balen terendam banjir yaitu  Desa Pilanggede, Sarirejo, Kedungdowo, Kedungbondo, Sekaran, Mulyoagung, dan Mulyorejo.  “Total rumah terendam 125 keluarga, sawah tergenang 78 hektar umur padi dua bulan,” ujar dia.

Di Kecamatan Sugihwaras, Desa Siwalan, sawah di tepian jalan desa tergenang 100 meter. Di Kecamatan Trucuk meliputi Desa Kandangan Sawah tergenang 50 hektar padahal padi sudah siap panen. Lalu, 20 hektar  sawah terdampak, di Desa Sumbangtimun, jalan desa 800 meter.  Desa Trucuk puso lima hektar padi siap panen, Desa Mori,  sawah 50 hektar berumur satu bulan terendam. Sedangkan di Kecamatan Bojonegoro 320 keluarga tergenang.

Di Kabupaten Banyuwangi,  Jatim, satu orang hilang, Faisol 45 tahun, warga Kelurahan Kepatihan. Dikutip dari Koran Tempo,  Faisol terseret banjir bandang, Rabu malam. Hingga Kamis(3/1/13), dia belum ditemukan.

Juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Joko Sugeng, mengatakan, banjir ini merendam 292 rumah penduduk dengan ketinggian 80 sentimeter. “Satu rumah roboh.”

Kawasan lain di Jatim, juga terendam, seperti Kampung Banjarejo, Ledok Kulon dan Jetak. BPBD sudah menyiapkan tenda pengungsi dan dapur umum.

Menurut Sutopo, BPBD kabupaten telah berkoordinasi dengan BPBD provinsi dan instansi terkait guna penanganan darurat, seperti mendirikan dapur umum, posko kesehatan, dan lain-lain.

 

Share →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mari Bergabung
Menjadi relawan sangat penting untuk keberhasilan program perlindungan sungai kita. Anda dapat bergabung dengan ribuan Sahabat Sungai dalam mendukung perlindungan Sungai.
Kontak Kami

Kontak Kami

Ruko Puspa RK-01 Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo | +62 81 335 220 940 | admin [di] walhijatim.or.id
Kontributor
Anda bisa menjadi kontributor dalam portal ini. Untuk mendaftar bisa mengakses halaman Daftar Kontributor