JUWANA – Bupati Pati H Haryanto SH MM MSi berkomitmen menuntaskan normalisasi Sungai Juwana. Mengingat, masyarakat telah merasakan manfaat proyek tersebut saat ini. Sungai Juwana yang meluap dan mengakibatkan banjir di daerah sekitarnya selama ini biasa terjadi saat musim hujan. Namun, tahun ini bencana itu tidak terjadi setelah pelaksanaan normalisasi.

Bukan hanya mereka yang bermukim di sepanjang aliran sungai karena rumahnya tidak lagi kebanjiran, petani pun merasakan dampak positif normalisasi Sungai Juwana. Kini mereka bersiap memanen padinya yang tidak lagi terendam banjir luapan sungai.

Meskipun awalnya banyak pihak meragukan keberhasilan proyek tersebut, faktanya kini masyarakat merasakan manfaatnya.

Karena itu, dukungan penuntasan normalisasi kian mengalir. Tokoh Sedulur Sikep Gunritno dalam kesempatan bertemu Bupati menyampaikan apresiasi atas normalisasi Sungai Juwana. Petani di sekitar sungai dapat merasakan panen lagi.

Anggaran Awal

Hal senada disampaikan oleh Ketua Kontak Tani Andalan (KTNA) Pati Suharto. Menurutnya, petani di sekitar sungai terbesar yang membelah wilayah Pati itu, kini tidak perlu waswas saat musim hujan. Bahkan, mereka bisa lebih meningkatkan hasil panen.

“Jika di bulan yang sama tahun lalu lahan petani tergenang banjir karena luapan sungai, kini petani bisa merasakan manfaat sungai yang sesungguhnya,” tandas dia.

Kendati pekerjaan normalisasi merupakan kewenangan Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Bupati tetap berkomitmen menuntaskan proyek tersebut. Tak hanya sebatas pengerukan, tetapi pekerjaan lain yang berkaitan dengan revitalisasi sungai.

Upaya ini untuk memberikan manfaat lebih luas. Bukan hanya petani, melainkan juga nelayan. Tahun ini Pemkab menyiapkan anggaran awal Rp 12 miliar untuk pembangunan tambatan kapal di Pelabuhan Juwana. Fasilitas itu dapat menata parkir kapal yang kini bersandar di alur Sungai Juwana dan menghambat aliran airnya.
Tidak hanya itu, keberadaan tambatan kapal juga akan memudahkan pengaturan kapal yang datang untuk membongkar muatan atau yang hendak mengisi perbekalan melaut.

Guna mewujudkan rencana itu, pihaknya memprioritaskan pembebasan lahan Moneygram point untuk tambatan kapal tahun ini. Bahkan pembangunannya bisa lebih cepat jika pembebasan lahannya rampung sebelum APBD Perubahan ditetapkan.  “Jangan sampai ada makelar dalam proses pembebasan lahan. Kalau itu terjadi justru warga pemilik lahan yang rugi,” tegas Bupati.

Selain APBD Pati, Bupati akan berupaya meminta dukungan anggaran dari Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat untuk pembangunan tambatan kapal. (H49-57,88)

Share →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mari Bergabung
Menjadi relawan sangat penting untuk keberhasilan program perlindungan sungai kita. Anda dapat bergabung dengan ribuan Sahabat Sungai dalam mendukung perlindungan Sungai.
Kontak Kami

Kontak Kami

Ruko Puspa RK-01 Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo | +62 81 335 220 940 | admin [di] walhijatim.or.id
Kontributor
Anda bisa menjadi kontributor dalam portal ini. Untuk mendaftar bisa mengakses halaman Daftar Kontributor