SURYA Online, MALANG – Kondisi Kali Brantas yang mulai tercemar berdampak pada kepunahan sejumlah ikan endemik Kali Brantas. Kepunahan ini juga disebabkan kebijakan pemerintah yang salah dalam konservasi ikan.

sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2013/08/21/ikan-asli-brantas-mulai-hilang
Dari hasil penelitian Ecoton yang dilakukan sejak empat tahun lalu, kondisi ikan endemik Brantas ini semakin menurun. Menurut seroang peneliti Ecoton, Prigi Arifandi, sebuah sungai merupakan satu kesatuan dari hulu hingga hilir. Kebijakan yang mengabaikan kesatuan ini yang membuat ikan sulit berkembang.

“Terutama pembangunan waduk. Karena waduk menjadi pemisah antara hulu dan hilir,” tutur Prigi, Rabu (21/8/2013).

Lanjut Prigi, keberadaan bendungan membuat siklus reproduksi ikan terganggu. Sebab sejumlah ikan harus melakukan migrasi menuju hulu untuk melakukan reproduksi. Ketiga migrasi tidak bisa dilakukan maka proses reproduksi ikan menjadi terganggu.

“Seharusnya ada jalan ikan dalam setiap pembangunan bendungan. Itu langkah untuk menjaga keberadaan ikan endemik sebuah sungai,” terang Prigi.

Di sisi lain pemerintah, khususnya dinas perikanan melakukan kesalahan dengan memasukan ikan asing ke Kali Brantas. Awalnya sejumlah ikan seperti ikan mas, nila, mujair dan pembersih kaca dilepas ke sungai sebagai bagian dari pengembangan perikanan. Namun ikan-ikan tersebut akhirnya menjadi penjajah bagi ikan endemik.

Invasi ikan asing ini mendesak dan mengalahkan ikan asli. Mereka berkembang dengan cepat, sementara ikan asli tidak bisa mengimbangi keberadaan ikan-ikan ini.

“Yang perlu ditekankan, kalau ingin melepaskan ikan ke sungai seharusnya ikan asli sungai tersebut. Jangan ikan asing, karena akan menjadi pengganggu,” tambahnya.

Namun gangguan yang tidak kalah besar datang dari pencemaran limbah. Baik pencemaran limbah domestik atau rumah tangga maupun limbah industri, serta limbah pertanian.

Pencemaran ini membuat kualitas air Kali Brantas menurun dan mematikan ikan-ikan di dalamnya. Kondisi ini diperparah karena hilangnya kawasan hutan yang menjadi penopang sungai.

“Energi dari sungai itu berasal dari hutan. Kalau hutannya hilang maka kehidupan di sungai juga terganggu,” katanya.

sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2013/08/21/ikan-asli-brantas-mulai-hilang

Share →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mari Bergabung
Menjadi relawan sangat penting untuk keberhasilan program perlindungan sungai kita. Anda dapat bergabung dengan ribuan Sahabat Sungai dalam mendukung perlindungan Sungai.
Kontak Kami

Kontak Kami

Ruko Puspa RK-01 Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo | +62 81 335 220 940 | admin [di] walhijatim.or.id
Kontributor
Anda bisa menjadi kontributor dalam portal ini. Untuk mendaftar bisa mengakses halaman Daftar Kontributor