Jum’at, 03 Mei 2013 | 05:22 WIB

TEMPO.CO, Kudus–Ratusan warga Desa Glagahwaru, Kecamatan Undan, Kabupaten Kudus, sudah puluhan tahun hidupnya hanya bergantung kepada air keruh yang mereka gali dari sungai yang melintasi desanya. Selama ini, jaringan air bersih tidak pernah mereka nikmati. “Desa kami seperti dianaktirikan,” kata Mahmudi, Kepala Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kudus, Kamis 2 Mei 2013.
Jumlah warga Desa Glagahwaru sebanyak 480 kepala keluarga (850 jiwa). Setiap kali musim kemarau, air sumur tidak dapat dikonsumsi dan sungai mengering. Tapi jika musim penghujan datang, kelebihan air karena Sungai Juwana meluber. Masa sulit biasanya terjadi Juni- September, tapi saat bulan Mei sekarang ini sudah mulai terasakan. “Air di sini rasa payau,” kata Kaslan, warga setempat. Jika memasuki kemarau, banyak warga memburu dasar sungai untuk dibuat sumur sedalam 1,5- 2 meter, untuk mendapatkan air rembesan.

Kondisi itu membuat warga menderita. Air dari sumur dan galian sungai hanya bisa digunakan untuk mandi cuci dan buang air. Desa Glagahwaru memang jauh dari pusat kota kecamatan. Juga jauh dari jaringan air PDAM. Untuk mendapatkan air bersih, menurut Kasilah (50), harus beli dengan pedagang keliling.

Suparman, salah satu pedagang air yang sering berkeliling desa itu bercerita, ia harus menjual satu jiregen isi 35 liter seharga Rp 2.000. Air tersebut terbatas hanya digunakan warga untuk masak dan minum. Untuk mendapatkan air bersih, Suparman harus mencarinya hingga Desa Tanjung, Kecamatan Jati, Kudus, yang berjarak 15 kilometer. “Saya dapat menjual Rp 40 jerigen,” kata Suparman, yang mengaku setiap jiregennya mengambil untung Rp 500.

Kondisi lebih berat jika kemarau datang dan sawah mengering. Penghasilan warga menurun, sehingga desa harus putar otak untuk mencari bantuan pasokan air. “Jika keadaannya sudah darurat, kami sering mengajukan bantuan ke PDAM dan pabrik,” kata Mahmudi, Kepala Desa Glagahwaru.

BANDELAN AMARUDIN

sumber: www.tempo.co

Share →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mari Bergabung
Menjadi relawan sangat penting untuk keberhasilan program perlindungan sungai kita. Anda dapat bergabung dengan ribuan Sahabat Sungai dalam mendukung perlindungan Sungai.
Kontak Kami

Kontak Kami

Ruko Puspa RK-01 Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo | +62 81 335 220 940 | admin [di] walhijatim.or.id
Kontributor
Anda bisa menjadi kontributor dalam portal ini. Untuk mendaftar bisa mengakses halaman Daftar Kontributor